Yasonna H. Laoly memimpin bidang hukum dan HAM di PDI Perjuangan, Hermawi Taslim menjadi Sekjen Partai NasDem, sedangkan Ilham Mendrofa dipercaya memimpin Badan Saksi Nasional Partai Demokrat.
Jakarta – Kiprah tokoh asal Kepulauan Nias dalam politik nasional semakin diperhitungkan. Tiga tokoh yang memiliki hubungan kuat dengan Nias kini menduduki jabatan strategis dalam struktur partai politik tingkat pusat. Mereka adalah Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., Hermawi Fransiskus Taslim, dan Ilham Mendrofa, S.P., M.M.
Ketiganya berada di partai politik berbeda, tetapi sama-sama memperoleh kepercayaan untuk menjalankan posisi penting dalam kepengurusan nasional.
Prof. Yasonna H. Laoly dipercaya sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Reformasi Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk masa bakti 2025–2030. Posisi tersebut menempatkan mantan Menteri Hukum dan HAM itu sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam perumusan sikap dan kebijakan partai di bidang hukum, reformasi kelembagaan, serta perlindungan HAM.
Yasonna merupakan politikus senior PDI Perjuangan yang telah lama berkiprah di lembaga legislatif maupun eksekutif. Ia pernah menjadi anggota DPRD Sumatera Utara, anggota DPR RI, serta menjabat Menteri Hukum dan HAM selama kurang lebih satu dekade.
Meskipun lahir di Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Yasonna memiliki garis keturunan Nias dari ayahnya, Faogö’aro Laoly. Dalam berbagai kesempatan, ia menunjukkan kedekatan dengan masyarakat dan kebudayaan Nias. Ayahnya juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Nias di Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Tokoh berikutnya adalah Hermawi Fransiskus Taslim yang kini menjabat Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem. Jabatan sekretaris jenderal merupakan salah satu posisi utama karena bertanggung jawab menjalankan administrasi organisasi, konsolidasi kepengurusan, dan koordinasi program partai secara nasional.
Hermawi lahir di Padang, Sumatera Barat, tetapi memiliki darah Nias dari ibunya serta menghabiskan sebagian masa kecilnya di Pulau Tello, Nias Selatan. Partai NasDem juga memperkenalkannya sebagai putra Nias Selatan ketika melakukan kunjungan dan konsolidasi partai di daerah tersebut.
Sebelum menjadi Sekjen Partai NasDem, Hermawi memiliki perjalanan panjang dalam organisasi kemahasiswaan, profesi hukum, dan politik. Ia pernah aktif di Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, menjadi Ketua Umum Forum Komunikasi Alumni PMKRI, serta berkiprah di beberapa partai politik sebelum bergabung dengan Partai NasDem.
Sementara itu, Ilham Mendrofa dipercaya sebagai Kepala Badan Saksi Nasional DPP Partai Demokrat periode 2025–2030. Penunjukan tersebut diumumkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dalam pembentukan struktur kepengurusan DPP Partai Demokrat.
Badan Saksi Nasional mempunyai fungsi strategis dalam mempersiapkan, melatih, dan mengoordinasikan saksi Partai Demokrat di seluruh tempat pemungutan suara. Keberadaan badan tersebut menjadi bagian dari persiapan partai menghadapi agenda politik dan Pemilu 2029.
Ilham merupakan putra kelahiran Kepulauan Nias yang mengenyam pendidikan dasar dan menengah di daerah asalnya. Ia dikenal sebagai kader Demokrat berlatar belakang profesional dan pengusaha di bidang agrokimia. Sebelum memimpin Badan Saksi Nasional, Ilham pernah menjadi deputi di Badan Pemenangan Pemilu dan Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat.
Keberadaan Yasonna Laoly, Hermawi Taslim, dan Ilham Mendrofa dalam struktur strategis tiga partai politik nasional menunjukkan bahwa sumber daya manusia asal Kepulauan Nias mampu berkompetisi dan memperoleh kepercayaan pada tingkat nasional.
Pencapaian tersebut juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Nias untuk meningkatkan kapasitas, membangun jaringan, serta berpartisipasi dalam kehidupan politik dan pembangunan nasional.
Posisi yang mereka emban sekaligus membawa tanggung jawab moral untuk turut memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Nias. (Sal)




