Jakarta – Perkumpulan Pemimpin & Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS) resmi dideklarasikan sekaligus melantik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di CWS Hall Gedung Kenanga, Jalan Senen Raya No. 46, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).
Deklarasi PEMKRIS mengusung tema “Jaga, Kawal dan Advokasi Kekristenan Indonesia, demi kebaikan, keutuhan dan kejayaan Indonesia, bagi kemuliaan nama Yesus Kristus Tuhan, Raja segala raja.”
Tema tersebut menjadi semangat utama PEMKRIS dalam membangun kebersamaan para pemimpin dan tokoh Kristen, sekaligus memberikan kontribusi positif dan konstruktif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam kesempatan itu, salah satu tokoh PEMKRIS Yasonna H. Laoly mengharapkan, PEMKRIS dapat menjadi wadah untuk menyampaikan pemikiran dan pendapat yang konstruktif kepada para pemimpin bangsa.
“Kita sebagai anak bangsa perlu menyampaikan pikiran dan pendapat yang konstruktif kepada pemimpin bangsa. Bersama-sama apa yang perlu kita lakukan, pandangan-pandangan kita tentang hal-hal yang dikerjakan pemerintah, tentu masukan yang positif dan konstruktif,” ujar Yasonna.
Ia juga mendorong pengurus PEMKRIS menyusun program-program nyata yang dapat dijalankan serta melakukan konsolidasi dengan para pengurus baru dan tokoh-tokoh Kristen lainnya.
“Kita buat program-program yang lebih nyata yang nantinya dijalankan oleh pengurus harian dan tentunya kita lakukan konsolidasi dengan para pengurus baru, mengajak tokoh-tokoh Kristen lain,” katanya.
Yasonna menegaskan, PEMKRIS merupakan gerakan kebersamaan yang bersifat lintas sektoral dan lintas suku. Karena itu, organisasi tersebut diharapkan tidak terjebak pada sekat-sekat kesukuan maupun primordial.
“Ini adalah gerakan kebersamaan kita, ini lintas sektoral, lintas suku. Tidak ada sekat-sekat kesukuan primordial,” tegasnya. (Sal)




