Kamis, 19 Mei 2022
spot_img
BerandaSosokSupriyanto, Lawan Stigma Negatif Lapas dengan Ketulusan Mengabdi

Supriyanto, Lawan Stigma Negatif Lapas dengan Ketulusan Mengabdi

Bagi masyarakat yang awam terhadap dunia pemasyarakatan, pasti sebagian besar beranggapan bahwa lembaga pemasyarakatan (Lapas) adalah tempat yang suram dan menyeramkan. Terang saja, lapas memang dihuni oleh para narapidana yang melanggar hukum, mulai dari kasus mencuri, asusila, narkoba, korupsi, pembunuhan dan yang lainnya. Alhasil, bekerja di lapas pun bukan menjadi cita-cita yang diidam-idamkan kebanyakan orang pada umumnya.

Namun lain halnya dengan Supriyanto. Pria asal Wonosari, Yogyakarta ini boleh dibilang cukup paham betul seluk beluk pekerja lapas. Sejak lulus dari Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP), Supriyanto tercatat sudah melalui 13 kali penempatan kerja dan 12 diantaranya di Rumah Tahanan (Rutan).

Penempatan CPNS pertama Supriyanto adalah Rutan Sungai Penuh Jambi sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan. Kemudian bergeser ke Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan dan Pendidik (Binadik) & Kegiatan Kerja Lapas Anak Muara Bulian, Jambi. Lepas dari Pulau Sumatera, Supriyanto diminta menempati posisi sebagai Kasi Bimbingan Napi/Anak Didik Lapas Kelas IIA Kendal, Jawa Tengah.

Dirinya lantas dimutasikan ke beberapa titik di Wilayah Timur Indonesia, yakni Larantuka, NTT sebagai Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIIB Larantuka; Maluku Utara sebagai Karutan Kelas IIB Kanwil ternate dan Tobelo, Halmahera sebagai Kalapas Kelas IIB Tobelo.

Kembali ke Pulau Jawa, Supriyanto berturut-turut diminta menjabat sebagai Kalapas untuk Lapas IIIB Sleman, Lapas  IIA Permisan, Nusakambangan, Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang dan kini Lapas Kelas I Madiun.

Awal bekerja di Lapas Supriyanto mengaku sempat mendapat sentimen negatif dari lingkungan sekitar perihal pilihan profesinya. Namun hal tersebut tak menjadi rintangan berarti bagi dirinya.

“Iya, memang pernah mendapatkan stigma dari teman-teman SMA. Saya terima dan coba jelaskan bahwa pekerjaan ini mengabdi pada negara dan bisa mengubah tingkah laku perbuatan orang yang tidak baik menjadi baik. Bagi saya, hidup untuk penghidupan, maksudnya dalam hidup bermasyarakat kita harus selalu berguna untuk keluarga dan juga organisasi serta masyarakat luas,” ungkap Supriyanto.

Selama menjabat sebagai Kalapas Kelas I Madiun, dirinya bertanggung jawab terhadap program dan keamanan Lapas sehari-hari, termasuk pengembangan diri para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Namun, Supriyanto memfokuskan program-program kerjanya pada peredaran HP, Pungli dan Narkoba (Halinar) di Lapas.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencegah peredaran Halinar menurutnya antara lain: Penguatan personil keamanan P2U, Pos dan blok-blok hunian, Pendataan HP lewat Imei, Pemeriksaan barang dan badan secara teliti dengan melewati X-Ray, Pemasangan CCTV di area-area rawan dan pemberlakukan  sanksi tegas terhadap petugas dan penghuni yang melakukan pelanggaran.

Di sisi lain, Supriyanto juga menaruh perhatian terhadap WBP terpidana mati dengan melakukan pendekatan dan penguatan mental. Untuk WBP yang mengalami gangguan kejiwawan, Supriyanto memastikan diagnosa awal oleh Dokter Lapas, Kemudian memberi rujukan ke psikiater dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Dari sisi fasilitas, Lapas Kelas I Madiun menyiapkan kamar khusus untuk orang gangguan jiwa dan dilakukan pengawasan baik dari petugas keamanan maupun kesehatan. Belakangan ini, diakui Supriyanto tantangan terbaru adalah penanganan terhadap WBP yang terpapar Covid-19.

“Kami di Lapas Kelas I Madiun menyiapkan bilik disinfektan, pengukur suhu (thermogun), tempat cuci tangan, kamar isolasi mandiri dan selalu berkoordinasi dengan Satgas Covid dan Rumah Sakit. Kami juga melakukan refocusing anggaran untuk pencegahan Covid-19 yang dialokasikan untuk pembelian vitamin dan alat kesehatan,” paparnya.

Selain serangkaian program reguler tersebut, Supriyanto juga meng-agendakan kegiatan pembinaan kemandirian dan kepribadian bagi para WBP. Pembinaan kemandirian berupa pelatihan sablon, kuliner, tata rias, pertanian, peternakan dan perikanan. Sementara untuk pembinaan kepribadian dilakukan melalui bimbingan rohani istighozah, yasinan dan tadarus, Rehabilitasi Medis, Rehabilitasi Sosial, olahraga, pramuka dan kesenian.

“Sebagai Kalapas Kelas I Madiun, saya membina lebih dari 1200 WBP. Sejauh ini Saya sangat senang saat semuanya mau bersama-sama berkomitmen menjalankan aturan yang ada. Sekalipun ada yang melanggar, jumlahnya sedikit dan akan langsung diberikan punishment,” tuturnya.

Ke depannya, Supriyanto memiliki beberapa target pencapian bagi Lapas Kelas I Madiun yaitu bebas dari peredaran HALINAR (HP, pungli dan narkoba), kehidupan Lapas yang aman, tertib dan kondusif, sinergitas dengan Forkopimda dan instansi terkait serta predikat WBK di 2021.

Terpisah Jarak dengan keluarga

Bukti nyata ketulusan pengabdian Supriyanto kepada negara dan profesinya adalah kesediaannya untuk berjauhan dengan keluarga tercinta. Sang istri berada di Yogyakarta sementara kedua anak, serta seorang cucunya menetap di Jambi dan Kendal. Jarak yang jauh dengan keluarga diakui Supriyanto kerap mendatangkan rasa rindu untuk bersua dengan orang terkasih. Mengatasi hal tersebut, ia selalu berusaha menjalin komunikasi melalui telepon.

“Dukungan dari anak-anak selalu disampaikan kepada saya baik via telephone maupun video call. Mereka berpesan kalau dalam bertugas untuk selalu berhati-hati, jaga kesehatan dan tetap bahagia. Hal ini yang menjadi motivasi saya untuk melaksanakan tugas dengan bijak. Alhamdulilah kedua anak saya saat ini juga sudah bekerja sebagai PNS,” ujarnya.

Selain komunikasi dengan keluarga, cara jtu Supriyanto lainnya untuk tetap semangat dalam bekerja adalah dengan berolahraga. Tenis dan bersepeda menjadi pilihan Supriyanto untuk melepas penatnya.

“Kalau pribadi atau bersama teman saya biasanya tenis dan sepeda, tapi kalau dengan keluarga saya suka jalan-jalan ke tempat wisata alam seperti jalan ke gunung dan danau yang sifatnya alam,” lanjutnya. (ANGELINA)

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU