Kamis, 8 Desember 2022
spot_img
BerandaAjudanRaden Suryo Satrio Sularso, Belajar Hal Baru Setiap Hari

Raden Suryo Satrio Sularso, Belajar Hal Baru Setiap Hari

Tidak ada kesuksesan yang bisa didapat tanpa kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, dan ketekunan. Meskipun untuk bisa meraihnya memerlukan waktu yang panjang dan melewati banyak kegagalan. Namun konsistensi untuk mau memperbaiki diri niscaya akan memberikan hasil yang terbaik.

Keyakinan serupa juga dimiliki Raden Suryo Satrio Sularso dalam menggeluti profesinya sebagai seorang ajudan. Pria kelahiran Cianjur, 9 Mei 1997 ini mengaku mendapat tantangan baru saat didapuk jabatan baru sebagai seorang ajudan. Setelah lulus dari Akademi Imigrasi tahun 2018, Suryo, begitu ia akrab disapa, semula ditempatkan Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaaan Imigrasi (TPI) Jakarta Timur pada seksi pemeriksaan keimigrasian. Tidak lama berselang dirinya lantas dipindahtugaskan ke Direktorat Jenderal Imigrasi bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol Direktur Jenderal Imigrasi. Pertemuannya dengan Staf Ahli Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Bidang Ekonomi, Razilu di suatu hari menjadi jalan pembuka baginya untuk mengabdi sebagai ajudan.

Saat berdinas di TPI Halim Perdanakusuma pada tahun 2019, Suryo pernah mendapatkan tugas untuk mengantarkan Razilu yang pada saat itu masih menjabat sebagai Staf Ahli Menteri bidang Ekonomi. Mereka berkenalan satu sama lain dan akhirnya terjain komunikasi. Gayung bersambut, pada bulan Maret 2021 pada Razilu akan diangkat menjadi Inspektur Jenderal dan meminta Suryo  sebagai (aide de camp) ADC-nya.

“Saya merasa tertarik dan tertantang, maka dengan kesungguhan hati dan keikhlasan hati, saya menjawab siap. Selain itu saya merasa memiliki chemistry atau kecocokan dengan Bapak Razilu, sehingga saya bersedia mengabdi untuk beliau,” ujar Suryo.

Jabatan yang baru diembannya ini menuntut Suryo lebih giat dalam beradaptasi dan meningkatkan kemampuan. Sehari-hari Suryo bertanggung jawab menyiapkan jadwal harian, berkoordinasi dengan ajudan/protokol/walpri satker lain bila ada kegiatan yang dilaksanakan bersama, mendampingi kegiatan Inspektur Jenderal serta menjadi komunikator bagi atasannya di lingkungan Inspektur Jenderal.

Dalam menjalankan semua tugas tersebut dirinya tentu saja menjalin relasi dengan pejabat di  ruang lingkup Jajaran Pimpinan Tinggi di Lingkungan Kemenkumham. Komunikasi yang baik dan kemauan untuk terus belajar inilah yang menjadi kuncinya dalam menjalani profesi barunya ini. Untungnya sang atasan adalah pribadi yang ramah dan mampu memberi teladan.

“Kendala atau kesulitan yang kadang saya hadapi sebagai seorang ajudan adalah miskomunikasi dengan protokol dalam mempersiapkan suatu kegiatan. Saya masih perlu waktu untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan seluruh kegiatan yang berhubungan dengan keajudanan dan keprotokoleran. Namun, ketika mendapatkan tawaran untuk menjadi ajudan Inspektur Jenderal, saya merasa diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi, karena untuk menjadi ajudan, ada poin-poin penting dalam pribadi yang harus diubah atau ditingkatkan,” ujarnya.

Salah satu cara meng-upgrade diri yang dipilih Suryo adalah dengan membaca. Ya lewat hobi membaca ini dirinya merasa dapat meningkatkan intelijensi dan melatih fokus lebih baik dalam melakukan hal apapun.

Raden Suryo Satrio Sularso bersama Inspektur Jenderal Kemenkumham, Razilu.

“Saat ini saya sedang senang membaca buku-buku sejarah dunia, khususnya tokoh-tokoh paling berpengaruh yang pernah ada dalam sejarah. Seperti misalnya biografi Alexander the Great, yang saya kagumi karena merupakan pemimpin hebat, berhasil menaklukan hampir setengah dari dunia mulai dari daratan Yunani hingga India, dengan ketangguhan, kecerdasan dan kharisma yang ia miliki,” paparnya.

Selain meningkatkan kemampuan dengan membaca, Suryo juga membiasakan diri untuk selalu bersyukur dan berpikir positif. Dua hal ini menurutnya sangat membantu dalam menjalani tugasnya mengabdi sebagai seorang ajudan.

“Saya berprinsip bahwa segala sesuatu yang saya alami, baik itu pengalaman positif atau negatif, pasti memiliki alasan yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Semua bukan tentang hal yang terjadi pada anda, namun bagaimana cara anda membina pikiran anda dalam memberikan sudut pandang terhadap hal yang terjadi pada anda, hal baik maupun hal yang buruk. Intinya Don’t wish for it, work for it, sehingga saya bisa menjalani tugas apapun dengan hati yang penuh keikhlasan,” tandas Suryo. Lina

 

 

 

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU