Jakarta – Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Tema Laoly, menilai Kepulauan Nias memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia. Kekayaan alam, budaya, sejarah, hingga olahraga selancar dinilai menjadi modal utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kepulauan Nias memiliki kekayaan yang lengkap, mulai dari wisata bahari, budaya, sejarah, hingga olahraga selancar. Potensi besar ini harus dikelola secara serius agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” ujar Tema Laoly di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, sejumlah destinasi di Kepulauan Nias telah dikenal luas, terutama karena keindahan pantai dan ombak kelas dunia yang menjadi daya tarik peselancar mancanegara. Namun, potensi tersebut masih memerlukan dukungan berupa peningkatan konektivitas transportasi, pembangunan infrastruktur, promosi yang berkelanjutan, serta penguatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.
Tema menegaskan, pengembangan pariwisata harus dilakukan secara terpadu, berkelanjutan, dan berbasis pada pemberdayaan masyarakat lokal. Karena itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), generasi muda, komunitas budaya, serta masyarakat desa perlu dilibatkan dalam setiap program pengembangan.
“Masyarakat Nias tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku utama, baik melalui usaha kuliner, penginapan, kerajinan, jasa pemandu wisata, pertunjukan budaya, maupun berbagai industri kreatif lainnya,” katanya.
Selain wisata bahari, Tema menyebut Kepulauan Nias juga memiliki warisan budaya yang bernilai tinggi, seperti tradisi lompat batu, tari perang, rumah adat, situs megalitikum, serta berbagai upacara adat yang menjadi identitas masyarakat Nias. Menurutnya, kekayaan budaya tersebut perlu terus dilestarikan sekaligus dipromosikan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ia juga mengingatkan agar pengembangan sektor pariwisata tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan menjaga keaslian budaya lokal. Pembangunan, katanya, tidak boleh mengorbankan kawasan pesisir, merusak ekosistem laut, maupun menghilangkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Pariwisata yang maju harus berjalan seiring dengan perlindungan alam dan pelestarian budaya. Identitas serta kearifan lokal masyarakat Nias merupakan kekuatan utama yang tidak boleh hilang karena pembangunan,” tegasnya.
Tema Laoly mendorong pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pemerintah kabupaten dan kota di Kepulauan Nias, pelaku usaha, serta masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menyusun strategi pengembangan pariwisata yang terarah dan berkelanjutan.
Ia optimistis, dengan perencanaan yang matang dan keberpihakan kepada masyarakat lokal, sektor pariwisata akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Nias.
“Kepulauan Nias memiliki peluang besar untuk semakin dikenal dunia. Yang dibutuhkan adalah komitmen, kerja bersama, dan kebijakan yang berkelanjutan. Pariwisata harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membawa nama Nias semakin maju dan mendunia,” pungkasnya. (Sal)




