Kamis, 19 Mei 2022
spot_img
BerandaSosokRamdhani, Memelihara Sikap Disiplin dan Kekeluargaan

Ramdhani, Memelihara Sikap Disiplin dan Kekeluargaan

Malang sebagai salah satu kota di Jawa Timur memiliki beragam potensi. Tidak heran kota ini memiliki banyak julukan, mulai dari Kota Pendidikan, Kota Kuliner serta Kota Santri. Potensi-potensi ini dari sisi keimigrasian tentu saja mendatangkan pelajar sekaligus wisatawan baik asing maupun lokal.

Hal tersebut menjadi tantangan yang dihadapi Ramdhani selama setahun terakhir. Sejak mengemban jabatan sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Ramdhani memastikan tugas dan fungsi keimigrasian secara fasilitatif maupun substantif dapat berjalan dengan baik di 4 kota serta 4 kabupaten di Kota Malang.

Sejak 2003 lalu, pria kelahiran, 17 Agustus 1979 ini terhitung sudah 18 tahun mengabdikan diri sebagai insan imigrasi. Ramdhani mengawali karir sebagai Pejabat Imigrasi di Direktorat Jenderal Imigrasi (2003-2004). Kemudian dengan jabatan serupa dirinya dipidahtugaskan ke Kantor Imigrasi Entikong (2004-2006) dan Kantor Imigrasi Ngurah Rai (2006-2009). Tidak lama berselang, Ramdhani diangkat sebagai Kepala Sub Seksi Lalu Lintas Keimigrasian di Kantor Imigrasi Dabo Singkep (2009-2013), Kepala Sub Seksi Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Tanjung Priok (2013-2014) dan  Kepala Seksi Status Keimigrasian di Kantor Imigrasi Tanjung Pinang (2014-2016).

Di tahun 2016-2017, Ramdhani kembali dipindahkan ke Jakarta untuk bertugas sebagai Kepala Seksi Penyidikan Wilayah II di Direktorat Jenderal Imigrasi. Hanya setahun, dirinya kembali dimutasikan ke Mataram (2017-2018) sebagai Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian di Kantor Imigrasi Mataram, selanjutnya ke Surabaya (2018) sebagai Kepala Bidang Lalu Lintas Keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya. Hingga akhirnya kini menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang.

Sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Ramdhani membawahi 79 personil dari Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Probolinggo dan Pasuruan. Mereka berasal dari Subbagian Tata Usaha, Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian, Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian dan Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian.

Dalam kesehariannya, pria lulusan S2 Magister Sains Universitas Indonesia ini terbilang disiplin dalam kepemimpinannya. Ramdhani menerapkan reward dan punishment sebagai bentuk apresiasi sekaligus evaluasi kepada timnya. Reward diberikan kepada pegawai yang disiplin, berdedikasi tinggi dan totalitas dalam melakukan pekerjaannya. Reward biasanya berupa gelar pegawai teladan dengan priviledges seperti tempat parkir khusus, prioritas mengikuti pelatihan dan hak veto ketika mutasi internal. Sedangkan punishment diterapkan agar pegawai termotivasi untuk menjadi lebih disiplin. Contohnya pegawai yang tidak mengikuti apel pagi atau sore diwajibkan mengenakan rompi berwarna oranye yang bertuliskan “SAYA TIDAK DISIPLIN” seharian penuh. Namun yang perlu digarisbawahi, Ramdhani terlebih dahulu menerapkan kedisiplinannya tersebut kepada dirinya sendiri sebagai contoh bagi para anak buahnya.

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU