Senin, 13 Juli 2026
spot_img
spot_img
BerandaBeritaTutup Kejurnas Kempo 2026, Yasonna Laoly Dorong Buleleng Menjadi Tuan Rumah Kejuaraan...

Tutup Kejurnas Kempo 2026, Yasonna Laoly Dorong Buleleng Menjadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia

Buleleng, Bali – Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Kempo Indonesia (PP FKI), Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., secara resmi menutup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kempo FKI 2026 di GOR FOK Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kabupaten Buleleng, Bali, Sabtu (11/7/2026).

Kejurnas yang mempertandingkan 43 nomor lomba tersebut diikuti oleh 140 atlet dari 16 provinsi. Para atlet tampil dengan semangat tinggi serta menjunjung sportivitas selama berlangsungnya pertandingan.

Dalam sambutannya, Yasonna menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, pengurus daerah, panitia, dan pihak-pihak yang mendukung keberhasilan penyelenggaraan Kejurnas Kempo FKI 2026.

“Para atlet telah bertanding dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Prestasi yang diraih merupakan buah dari kerja keras atlet, pelatih, pembina, serta seluruh pihak yang dengan tekun membangun Kempo Indonesia,” ujar Yasonna.

Menurut Yasonna, Kejurnas tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan medali, tetapi juga bagian penting dari pembinaan dan penjaringan atlet potensial yang kelak dapat mewakili Indonesia pada kompetisi internasional.
Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan Kejurnas di Buleleng memperlihatkan bahwa daerah tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan olahraga kempo di Indonesia.

Dorong Buleleng Menjadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia

Yasonna mengungkapkan keinginannya agar Buleleng dapat dipersiapkan menjadi tuan rumah kejuaraan kempo berskala internasional.

Keberhasilan penyelenggaraan Kejurnas 2026 dinilai menjadi modal penting untuk mewujudkan target tersebut.

“Pelaksanaan Kejurnas ini berjalan luar biasa. Kami akan memperjuangkan Buleleng agar dapat menjadi tuan rumah kejuaraan kempo tingkat dunia,” tegasnya.

Ketua FKI Bali, Ketut Bagiada, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan PP FKI yang telah menunjuk Bali sebagai tuan rumah. Ia juga mengapresiasi dukungan Undiksha, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, TNI, Polri, DPRD, tenaga kesehatan, relawan, media, serta seluruh panitia.

“Kami bersyukur seluruh rangkaian pertandingan berlangsung dengan baik, aman, dan tanpa insiden,” kata Ketut Bagiada.

NTT Raih Juara Umum

Kontingen Nusa Tenggara Timur keluar sebagai juara umum pertama setelah memperoleh 13 medali emas, 12 perak, dan 11 perunggu.
Bali menempati posisi kedua dengan sembilan emas, sembilan perak, dan 16 perunggu. Sementara itu, Jambi berada di posisi ketiga setelah mengumpulkan tujuh emas, enam perak, dan 11 perunggu.

Yasonna mengucapkan selamat kepada para pemenang dan seluruh peserta. Ia mengingatkan bahwa kemenangan terbesar dalam olahraga bukan semata-mata medali, melainkan keberanian bertanding, kedisiplinan, persaudaraan, dan kemauan untuk terus berkembang.

“Selamat kepada para juara dan seluruh peserta. Tetaplah rendah hati dalam kemenangan serta tangguh menghadapi setiap tantangan. Bersama-sama kita bangun generasi Kempo Indonesia yang berprestasi, berkarakter, dan mampu mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia,” pungkas Yasonna. (Sal) 

spot_img
- Advertisment -spot_img

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU