Kamis, 19 Mei 2022
spot_img
BerandaSosokPacu Kinerja Pegawai dan Bimbing WBP, Wawan Irawan Utamakan Pendekatan Persuasif

Pacu Kinerja Pegawai dan Bimbing WBP, Wawan Irawan Utamakan Pendekatan Persuasif

Semua profesi memiliki tantangan dan mempunyai kendalanya tersendiri. Namun, hal itu bisa diselesaikan jika kita memiliki komitmen teguh untuk menyelesaikan persoalan dan kendala tersebut.

Bercerita tentang tugas dan komitmen, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas IIB Banyuasin, Wawan Irawan paham betul peran dan tanggung jawab yang harus dijalani setiap harinya selama bertugas.

Oleh sebab itu, dirinya berupaya mengatur segala hal menyangkut pembinaan narapidana atau anak didik dengan mengkoordinasikan tugas bimbingan, kegiatan kerja WBP, administrasi tata tertib serta keamanan.

Saat ini Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin menampung 1.048 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan hanya 86 pegawai yang tugasnya terbagi dalam empat shift.

“Peran Saya sebagai Kalapas harus mampu menggerakkan organisasi agar semua program kinerja suatu organisasi dapat berjalan dengan baik. Tujuannya supaya bisa memacu organisasi itu ke arah tujuan kinerja yang lebih baik lagi, mempunyai inovasi serta perubahan dalam peningkatan kualitas kinerja di Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin,” ujarnya.

Wawan menempuh pendidikan Ahlimadya (DIII) di Akademi Ilmu Pemasyarakatan (1999), Universitas Tanjungputa (UNTAN) untuk jenjang strata 1 (2005) serta Universitas Singaperbangsa Karawang (2017) untuk gelar masternya.

Sebelum menempati jabatannya saat ini, Wawan pernah duduk sebagai Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimaswat) Lapas Kuningan (2009-2011). Kemudian dirinya digeser ke Indramayu (2011-2012) untuk menempati posisi Kepala Seksi (Kasi) Keamanan dan Ketertiban (Kamtib).

Setahun kemudian Wawan dipindahtugaskan memimpin Kasi Pengelola Hasil Kerja di Lapas Kelas I Cirebon 2013-2014. Pada 2016-2017, Wawan meninggalkan Pulau Jawa untuk mutasi ke Sumatera sebagai Ka. KPR di Rutan I Palembang. Tak lama berselang Ia kembali ke Karawang (2016-2017) dan menaungi bimbingan Narapidana dan Anak Didik sebagai Kepala Seksi. Pada 2017-2019, Wawan kembali dipindahtugaskan ke Lampung untuk mempimpin Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Menggala.

Lalu, sejak 2019 hingga kini, Wawan dipercaya membawahi Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin. Terhitung 1 tahun 6 bulan, Wawan memimpin Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin. Beragam program dan prestasi telah ia bukukkan di masa kepemimpinannya. Beberapa diantaranya yakni Rehabilitasi Sosial diikuti 500 WBP, Program kemandirian 25 paket pada tahun 2020, dan pada tahun 2021 melaksanakan Pembinaan Rehabilitasi Narkotika 360 WBP dan kemandirian sebanyak 7 paket Menuju Zona integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Penyerapan anggaran yang efektif.

Selain itu juga Pembinaan Kepribadian dilakukan juga terkait Kejar Paket a, b, dan c, serta kegiatan Kerohanian, dan berbagai kegiatan olah raga seperti Futsal, voley, tenis meja, dan bulu tangkis dilakukan untuk menyibukkan WBP agar banyak aktifitasnya, sehingga WBP tidak merasa jenuh dalam menjalani hukumannya serta mendapatkan berbagai pengetahuan dan pengalaman selama menjalani hukuman.

“Target saya melakukan yang terbaik sebatas kemampuan yang saya miliki, dan bisa memberikan pengabdian kepada Kementerian Hukum dan HAM RI,” ujar Wawan perihal komitmen kerjanya.

Oleh sebab itu tidak heran dalam kesehariannya, Pria kelahiran Kuningan, 09 Maret 1974 ini senantiasa memberikan arahan atau bimbingan terkait pentingnya sinergitas untuk kepentingan organisasi. Wawan juga memaksimalkan kinerja lewat rapat evaluasi dan monitoring pada tiap bidang pelayanan di Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin. Dari hasil evaluasi tersebut tentunya akan ada Hukdis (hukuman disiplin) bagi pegawai yang melanggar aturan, atau kode etik perilaku.

Meski terbilang tegas, Wawan jauh dari kesan galak. Dirinya sebisa mungkin bersikap ramah lewat pendekatan persuasif baik kepada petugas Lapas maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). “Saya santai tapi tegas, karena banyak kendala yang harus dihadapi sebagai Kalapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin. Salah satunya adalah petugas yang lalai atau tidak disiplin dalam melaksanakan tugas keseharian di Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin,” tuturnya.

Beruntung dukungan keluarga terutama dari istri dan kedua anaknya tetap setia menemani dan memotivasi Wawan dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya. Selain itu hobi kesayangan yakni bersepeda dan memancing pun menjadi aktivitas yang paling digemarinya untuk mengisi waktu luang.

“Dukungan istri sangat luar biasa, walau terpisah jarak, sejak saya menjabat sebagai Kasubsi hingga saat ini sebagai kepala atau pimpinan, doa istri selalu bersama saya. Saya selalu menyempatkan diri pada saat waktu luang untuk bertemu dengan keluarga. Tidak berpatokan dengan waktu, tetapi pada insentitas kerja,” pungkas Wawan. (Angelina)

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU