Kamis, 19 Mei 2022
spot_img
BerandaSosokNR. Pujiastuti, Membangun Enterpreunership pada Lingkungan Kerja

NR. Pujiastuti, Membangun Enterpreunership pada Lingkungan Kerja

BERBAGAI macam alasan mengapa seseorang mencintai pekerjaannya. Salah satunya adalah rasanya nyaman yang didapat dari suasana dan interaksi dalam bekerja.

Hal ini dipahami betul oleh NR Pujiastuti atau yang lebih di kenal dengan Puji dalam menjalani rutinitasnya bekerja membawahi Bagian Tata Usaha Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta. Perempuan yang sudah 27 tahun mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) ini pernah menjabat Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKIM) di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan selama kurang lebih 2 tahun.

Kini, sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Puji bertanggung jawab terhadap pengelolaan pegawai yang jumlahnya sangat besar, yaitu sebanyak 818 PNS dan 66 Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN).

“Saya sangat percaya bahwa SDM adalah aset terbesar yang dimiliki oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta. Namun tantangannya adalah bagaimana pengelolaan manajemen SDM tersebut dimaksimalkan agar kinerja organisasi dapat meningkat dalam memberikan pelayanan Keimigrasian bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Puji menjelaskan faktor komunikasi dan koordinasi juga penting apalagi menyangkut jumlah pegawai yang begitu besar perlu diperhatikan agar dapat berjalan efektif dan maksimal. Dalam kesehariannya, Lulusan Magister Hukum di Universitas Jayabaya ini bertugas melaksanakan penyusunan rencana program dan anggaran, pengelolaan keuangan, barang milik negara, sumber daya manusia, penyelenggaraan administrasi umum, pengawasan dan pengendalian internal serta evaluasi dan pelaporan di bidang administrasi kepegawaian, keuangan, persuratan, barang milik negara dan rumah tangga.

Di tengah rentetan peran dan tanggung jawab tersebut, Pujiastuti tentunya dibantu oleh tim yang solid. Dirinya dibantu oleh Kepala Subbagian Kepegawaian dan Umum serta Kepala Subbagian Keuangan. Berbagai kendala dan tantangan saya coba analisis sejak bertugas sebagai Kabag TU di Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta.

Perihal komunikasi dan koordinasi, Puji punya cara jitu dalam merangkul tim yang dianggap seperti keluarganya sendiri. Dirinya menyadari bahwa setiap pegawai Imigrasi harus memiliki softskill seperti kemampuan berkomunikasi yang baik, etika, pemikiran kritis serta pengetahuan yang luas tidak terbatas seputar isu keimigrasian saja.

“Pendekatan sebagai seorang perempuan, dan Ibu tentu berbeda. Saya melakukan komunikasi intrapersonal agar dapat diterima oleh pegawai yang saya anggap sebagai ‘anak-anak’ saya sendiri. Saya tekankan ke mereka di Bagian Tata Usaha bahwa ini tanggung jawab kita untuk menata kantor. Kantor adalah rumah kita bersama, jadi mari kita ciptakan situasi kerja yang nyaman bagi kita semua,” ujarnya.

Kepada timnya, Puji juga menekankan pentingnya mengasah jiwa entrepreneurship yang diterapkan dalam pengabdian seorang ASN. Hal ini meliputi berfikir kreatif, inovatif, memanfaatkan peluang dan berbagai sumber yang ada untuk menghasilkan nilai tambah bagi diri sendiri dan orang lain dan lembaga tempatnya bekerja, yaitu keimigrasian.

“Kata kuncinya adalah kreativitas dan inovasi. Seluruh SDM harus bisa membangun terobosan dalam menghadapi tantangan global. Jangan terjebak dalam rutinitas (business as usual). Kita Harus bisa beradaptasi menghadapi perubahan yang cepat khususnya dalam konteks melakukan efisiensi dan efektivitas dalam bekerja,” ungkap Puji.

Meskipun terkenal ramah dan mengayomi, namun Puji tetap harus tegas dalam hal melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Sejauh ini program-program yang sudah dilakukan Puji terbagi menjadi dua aspek yakni pelatihan dan pengeolaan rumah tangga.

Program pelatihan berfokus pada peningkatan kualitas SDM berupa Focus Group Discussion (FGD) untuk meng-update dan meng-upgrade ilmu terkait Keimigrasian. Sementara pengelolaan rumah tangga meliputi berbagai fasilitas fisik yang dimiliki Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta. Kedua aspek tersebut dikolaborasikan untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

“Targetnya adalah bagaimana mewujudkan sebuah tata kelola organisasi di bidang ketatausahaan yang terdiri dari SDM yang handal dan sistem yang mumpuni untuk mengelola jumlah pegawai yang begitu besar. Sejauh ini kami upayakan lewat pembenahan sistem manajemen kepegawaian yang meliputi pengelolaan, pengembangan dan pembinaan pegawai,” paparnya.

Idolakan Sri Mulyani

Selain perjalanan karirnya yang terbilang baik, hal lain yang menarik dari sosok Puji adalah komitmennya untuk menjalankan hidup dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya dua nilai tersebut adalah cikal bakal profesionalitas dalam hidup, entah sebagai wanita karir ataupun Ibu rumah tangga. Ibu dua anak yang mengidolakan Menteri Keuangan, Sri Mulyani ini menilai tantangan dalam membagi waktu antara keluarga dengan pekerjaan hal yang biasa ia temui sehari-hari.

“Saya sangat mengagumi sosok Menteri Keuangan Republik Indonesia Ibu Sri Mulyani. Beliau adalah gambaran sosok perempuan Indonesia yang cerdas, mampu memimpin dengan berintegritas dan berkomitmen terhadap pekerjaannya. Mampu menyeimbangkan kehidupan sebagai seorang ibu juga sebagai seorang pejabat negara,” katanya.

Baginya, tidak ada tips atau strategi khusus dalam membagi waktu, semuanya dijalani sesuai dengan porsinya. “Intinya kalau kita berkomitmen terhadap pilihan kita saat ini, maka kendala waktu bukanlah hal yang menjadi masalah. Insya Allah juga jalan rejeki dan karir pun akan terbuka lebar bagi mereka yang berkomitmen dan bertanggung jawab,” paparnya. (Angelina)

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU