Kamis, 19 Mei 2022
spot_img
BerandaBeritaDua Pasien Omicron Meninggal: Ada Komorbid dan Satu Pasien Belum Vaksin

Dua Pasien Omicron Meninggal: Ada Komorbid dan Satu Pasien Belum Vaksin

JakartaKementerian Kesehatan mencatat dua kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia.Dua pasien Omicron meninggal lantaran memiliki riwayat komorbid atau penyakit penyerta. Selain itu, seorang pasien meninggal tercatat belum vaksin.

“Kedua pasien tersebut memiliki komorbid,” ujar Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, Sabtu (22/1/2022).

Siti Nadia Tarmizi memerinci, salah satu pasien adalah wanita berusia 54 tahun dan sudah vaksin. Ia memiliki riwayat komorbid diabetes melitus dan hipertensi.

Sedangkan, pasien satu lagi seorang pria berusia 64 tahun. Pasien tersebut tercatat belum vaksin. Juga mempunyai riwayat komorbid.

Lebih lanjut, pasien pria berusia 64 tahun meninggal di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat. Sedangkan, pasien wanita berusia 54 tahun meninggal di RSPI Sulianti Saroso.

“Pasien kasus transmisi lokal meninggal di Ciputat. Pasien satu lagi pelaku perjalanan luar negeri meninggal di RSPI Sulianti Saroso,” jelasnya mengenai dua pasien Omicron meninggal dunia. Juga pelaporan kematian kasus konfirmasi Omicron pertama di Indonesia.

Baca Juga:


Kematian Kasus Omicron Pertama di Indonesia



Kasus Omicron Terus Bertambah, Kemenkes Gencarkan Layanan Telemedisin

Selain menyampaikan pelaporan kematian kasus konfirmasi Omicron pertama di Indonesia. Siti Nadia Tarmizi juga mewanti-wanti, bahwa kenaikan kasus penyebaran Covid-19 signifikan hari ini mencapai 3.205 kasus. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 4.283.453 kasus. 

“Di mana sejak 16 Desember 2021 hingga saat ini secara kumulatif tercatat 1.161 kasus konfirmasi Omicron ditemukan di Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kasus varian Omicron di Indonesia hingga 21 Januari 2022 berjumlah 1.161 kasus.

“Total sejak 15 Desember secara kumulatif jumlah kasus Omicron yang kita temukan itu ada 1.161,” kata Nadia dalam acara daring bejudul: Superimmunity on COVID-19: Whats and How?”, Sabtu (22/1/2022).

Nadia mengungkapkan, bahwa kasus Omicron paling banyak terjadi pada pelaku perjalanan luar negeri. 

“Yakni sebanyak angka 831 kasus. Sedangkan transmisi lokal berjumlah 282. Lalu masih ada 48 kasus  belum diketahui asal penularannya,” ungkapnya memerinci.(Bram)

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU