Kamis, 19 Mei 2022
spot_img
BerandaBeritaDensus 88 Pantau 5 WNI Fasilitator Keuangan ISIS di Suriah

Densus 88 Pantau 5 WNI Fasilitator Keuangan ISIS di Suriah

Jakarta-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menduga tiga dari lima WNI fasilitator keuangan ISIS berada di Suriah. Menindaklanjuti hal tersebut, Densus 88 Antiteror Polri telah melaksanakan pemantauan secara intensif terhadap lima WNI tersebut.

“Densus sudah laksanakan pemantauan terus ke-5 WNI tersebut,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, dilansir dari laman humas.polri.go.id, Rabu (11/5/2022).

Dedi mengatakan, Polri akan berkoordinasi dengan Hubinter guna mencari keberadaan kelima WNI tersebut. Selain itu, Polri akan bekerja sama dengan Interpol negara terkait.

“Khusus yang diduga masih berada di LN (luar negeri) akan dikomunikasikan antara Hubinter NCB dengan Interpol di negara-negara yang diduga tempat WNI tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa ada 5 fasilitator keuangan ISIS yang berasal dari Indonesia. Polri menduga kuat tiga dari lima WNI tersebut berada di Suriah.

“Dua perempuan DDS dan DR diyakini kuat saat ini berada di Suriah, diketahui dari dokumen perjalanan. Satu lagi MDA, berdasarkan keterangan ayahnya sudah di luar negeri mungkin juga di Suriah,” kata Dedi.

Dedi mengatakan dua lainnya, yakni AK dan RH, pernah disanksi hukum di Indonesia. AK disanksi lantaran pernah memfasilitasi pengiriman orang ke Suriah, sementara RH divonis 3,5 tahun bui karena deportan dari Suriah.

“Yang diproses hukum di Indonesia oleh Densus 88. AK Kardian sudah bebas kasusnya memfasilitasi pengiriman orang ke Suriah. AK dua kali diproses hukum hukuman pertama dan kedua, 3 tahun,” tutur Dedi.

“RH tahun 2019 vonis 3 tahun 6 bulan baru bebas, karena deportan dari Suriah,” sambungnya.

Sebagai informasi, OFAC Departemen Keuangan AS mengumumkan 5 nama fasilitator keuangan ISIS yang beroperasi di seluruh Indonesia, Suriah, dan Turki. Lima fasilitator keuangan ISIS itu disebut memainkan peran kunci dalam memfasilitasi perjalanan ekstremis ke Suriah dan daerah lain tempat ISIS beroperasi.

Nama 5 WNI dan peranan fasilitator ISIS tersebut tertera dalam situs resmi Departemen Keuangan AS. AS menyatakan jaringan kelima orang itu juga telah melakukan transfer keuangan untuk mendukung upaya ISIS di kamp-kamp pengungsi yang berbasis di Suriah dengan mengumpulkan dana di Indonesia dan Turki. (Sal)

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU