Medan – Yamitema Tirtajaya Laoly merupakan salah satu figur yang menjalani aktivitas di dunia usaha sekaligus politik. Berbekal pendidikan hukum dan pengalaman sebagai entrepreneur, Yamitema kemudian aktif dalam kehidupan organisasi dan politik melalui PDI Perjuangan.
Keterlibatannya di PDI Perjuangan bukan baru dimulai dalam beberapa tahun terakhir. Yamitema menyebut dirinya telah bergabung dengan PDI Perjuangan sejak 2004, dengan memulai aktivitas organisasi dari tingkat kecamatan.
Perjalanan tersebut turut membentuk pengalamannya dalam memahami kerja organisasi politik hingga ke tingkat akar rumput.
Salah satu pengalaman yang dijalaninya adalah ketika mengikuti agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan di seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Nias pada Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, ia berkeliling selama sekitar dua minggu untuk mengikuti proses konsolidasi organisasi di wilayah Kepulauan Nias.
Pengalaman turun langsung ke berbagai daerah tersebut menjadi bagian dari perjalanan Yamitema dalam memahami dinamika organisasi sekaligus membangun komunikasi dengan kader di tingkat bawah.
Di bidang pendidikan, Yamitema merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) dan melanjutkan pendidikan magister hukum di Universitas Indonesia (UI).
Di lingkungan PDI Perjuangan Sumatera Utara, Yamitema tercatat pernah menjabat Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara periode 2019–2024. Pada periode 2024–2029, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara.
Keterlibatan tersebut menempatkan Yamitema tidak hanya dalam aktivitas elektoral, tetapi juga dalam kerja organisasi, kaderisasi dan konsolidasi partai.
Entrepreneurship sebagai Bekal Berpolitik
Pengalaman di dunia usaha menjadi salah satu perspektif yang dibawa Yamitema dalam aktivitas politiknya.
Dunia entrepreneur menuntut kemampuan membaca peluang, mengelola risiko, mengambil keputusan dan membangun kerja sama. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika terlibat dalam organisasi politik yang juga membutuhkan kemampuan mengelola organisasi dan membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat.
Bagi Yamitema, dunia usaha dan politik tidak harus ditempatkan sebagai dua pilihan yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan sepanjang dijalankan dengan tanggung jawab dan orientasi pada kepentingan masyarakat.
Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk tidak ragu mengambil peran, baik melalui dunia usaha maupun ruang publik dan politik.
Mendorong Anak Muda Berani Mengambil Peran
Yamitema melihat generasi muda memiliki tantangan sekaligus peluang besar di tengah perubahan ekonomi, teknologi dan pola komunikasi masyarakat yang berlangsung cepat.
Anak muda tidak hanya membutuhkan ruang untuk bekerja dan berusaha, tetapi juga ruang untuk menyampaikan gagasan serta terlibat dalam proses pengambilan keputusan publik.
Dalam konteks organisasi politik, keterlibatan generasi muda juga menjadi bagian penting dari proses regenerasi.
Pengalaman Yamitema mengikuti konsolidasi organisasi hingga ke daerah menjadi salah satu gambaran keterlibatannya dalam proses tersebut. Saat Musancab PDI Perjuangan di Kepulauan Nias pada Mei 2026, misalnya, ia mengikuti rangkaian kegiatan di seluruh kabupaten/kota di wilayah itu selama sekitar dua minggu.
Dalam proses tersebut, pesan mengenai pentingnya solidaritas, gotong royong dan kedekatan kader dengan masyarakat menjadi bagian dari konsolidasi organisasi di tingkat akar rumput.
Bagi Yamitema, perjalanan panjang sejak mulai bergabung dengan PDI Perjuangan pada 2004 hingga mendapat kepercayaan dalam struktur DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara merupakan proses yang terus berjalan.
Pengalaman di dunia usaha, pendidikan hukum dan perjalanan organisasi menjadi bekal yang dibawa Yamitema dalam menjalankan aktivitas politik sekaligus membuka ruang bagi keterlibatan generasi muda dalam kehidupan publik. (Sal)





