Kendal – Lapas Terbuka Kendal terus mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis pertanian produktif. Salah satu langkah yang saat ini dilakukan adalah menyiapkan lahan seluas 2.700 meter persegi untuk budidaya terong ungu sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan.
Persiapan lahan dilakukan secara bertahap dan terencana. Tahap awal dimulai dengan pengolahan tanah menggunakan traktor untuk menggemburkan tanah dan memperbaiki struktur lahan agar siap ditanami. Setelah itu, lahan dibentuk menjadi bedengan dengan lebar 90 sentimeter guna memudahkan perawatan tanaman serta menjaga sistem drainase tetap optimal.
Selanjutnya, bedengan yang telah terbentuk dilubangi secara teratur. Pada setiap lubang tanam ditaburkan kapur dolomit yang berfungsi menetralkan tingkat keasaman tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, serta menciptakan kondisi tumbuh yang ideal bagi tanaman terong.
Sebagai sumber nutrisi awal, petugas bersama warga binaan memberikan pupuk dasar berupa Fertiphos yang dicampur dengan pupuk kompos matang dengan perbandingan 1:3. Campuran tersebut dimasukkan ke dalam lubang tanam dan ditutup kembali dengan tanah agar unsur hara tersimpan dengan baik di sekitar area perakaran. Setelah proses pemupukan selesai, lahan disiram untuk menjaga kelembapan tanah dan membantu pelarutan unsur hara.
Tahap berikutnya adalah pemasangan mulsa plastik pada seluruh bedengan. Penggunaan mulsa bertujuan menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, serta membantu menjaga kestabilan suhu di sekitar akar tanaman.
Sebelum penanaman dilakukan, lahan akan didiamkan selama tiga hingga lima hari. Masa inkubasi ini diperlukan agar pupuk dasar dapat terurai secara optimal dan menjadi cadangan nutrisi yang siap diserap akar tanaman saat bibit terong ungu ditanam.
Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas Terbuka Kendal dalam mengoptimalkan lahan produktif sebagai sarana pembinaan bagi warga binaan.
“Setiap tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan hingga pemeliharaan tanaman, menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk memahami praktik pertanian yang baik dan benar sehingga mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas,” ujar Nu’man Fauzi.
Dengan persiapan yang matang dan penerapan teknik budidaya yang tepat, Lapas Terbuka Kendal berharap budidaya terong ungu di lahan seluas 2.700 meter persegi tersebut dapat menghasilkan panen yang optimal serta menjadi salah satu program unggulan dalam mendukung ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian warga binaan. (Sal)




