Di balik sosok Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly, ada seorang istri yang selalu mendukungnya di saat senang maupun susah. Dia adalah E.W. Ketaren. Meski jarang terekspos media, namun bukan berarti ibu 4 anak ini hanya berdiam diri dalam rumah. Justru sebaliknya, sebagai seorang istri pejabat dia aktif mendukung tugas suami, misalnya dengan meninjau kegiatan Latihan Kerja Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas, dan memberikan bantuan untuk meningkatkan produktivitas warga binaan.
Untuk membantu kegiatannya tersebut, E.W. Ketaren pun dibantu ajudan bernama Tesalonika Virginia. Dara cantik inilah yang mendampingi E.W. Ketaren dalam rutinitas kegiatannya. “Ibu Menteri Hukum dan HAM adalah sosok pribadi yang humble (rendah hati) dan sederhana dan memperlakukan semua orang dengan baik,” ujar Tesalonika ketika ditanya pandangannya mengenai sosok atasannya tersebut.
“Yang paling saya kagumi, beliau selalu mengingatkan saya untuk selalu rendah hati, harus selalu terus belajar dan berbuat baik dan untuk membantu orang lain. Dan hal-hal tersebut menjadi masukan dan motivasi bagi diri saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” sambung Tesalonika.
Dilahirkan di Jakarta, 28 Agustus 1995, Tesalonika menempuh pendidikan dasarnya di SD Katholik Ignatius Slamet Riyadi. Pendidikan menengah dia tempuh di SMP Negeri 9 Jakarta dan SMA Negeri 48 Jakarta. Sedangkan pendidikan tinggi dijalani di Fakultas Ilmu Hukum Universitas Indonesia.
Penggemar Johnny Depp ini pun menuturkan dirinya mendaftar CPNS (ASN) pada tahun 2017. Lalu ditempatkan di Kanim Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta di bagian Pendaratan dan Izin Masuk Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) selama 1 tahun 5 bulan, dan ditarik ke bagian Protokol Kementerian pada bulan April 2019, sekaligus sebagai ajudan Ibu Menteri Hukum dan HAM.
“Saat bertugas di Kanim Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta, saya ditempatkan di bagian Protokol Unit Riksa III. Pada saat itu protokol perempuan di TPI Soetta hanya sedikit,” tuturnya.
Di TPI Soetta itulah untuk pertamakalinya Tesalonika bertemu dengan istri Menteri Hukum dan HAM. “Beberapa kali saya mendampingi Ibu Menteri Hukum dan HAM pada saat kedatangan/keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta, kemudian saya terpilih untuk menjadi ajudan,” kenangnya.
Tugas dan tanggungjawabnya adalah melayani pimpinan dan keluarga, baik hal-hal yang terkait kedinasan ataupun pribadi. Untuk jam kerjanya disesuaikan dengan kegiatan/kebutuhan pimpinan. Karenanya pengaturan waktu pun dia lakukan.
“Cara saya membagi waktu dengan menyelesaikan kegiatan/pekerjaan dahulu, baru apabila tidak ada kegiatan dengan pimpinan, saya sempatkan waktu menyelesaikan pekerjaan di rumah,” katanya.
Di kala senggang, single yang memegang teguh prinsip Ora Et Labora (Bekerja dan Berdoa) ini menghabiskan waktu berkumpul dengan keluarga dan teman-teman dekat dan bermain dengan anjing peliharaan. Nonton film dan wisata kuliner juga kerap dia lakukan.
Soal film dan kuliner ini, Tesalonika punya alasan sendiri. “Makan dan nonton film bisa membuat mood saya meningkat. Misalnya tertawa lihat adegan lucu di film kan bisa bikin kita lepas dari kejenuhan kerja,” katanya.
Proses Raih Cita-cita
Adakalanya penyuka buku puisi, romance, dan psikologi ini harus mendampingi atas berkunjung ke berbagai daerah hingga luar negara, seperti Korea, Singapura, dan Malaysia. Tapi yang paling berkesan justru saat berkunjung ke daerah lain di negeri sendiri.
Salah satu daerah yang membuatnya terkesan adalah saat mendampingi atasan menghadiri acara Sail Nias 2019. “Karena pada saat itu bisa menyaksikan budaya dan keindahan alam Nias selama beberapa hari dan bertemu beberapa pimpinan/menteri lain,” katanya.
Momen menyaksikan keindahan alam sambil bertemu banyak orang berpengalaman begitu mengesankan, karena dia bisa belajar hal-hal baru dari apa yang dia lihat. Dia merasa apapun yang dia kerjakan dan temui saat ini akan menjadi pondasi baginya meraih cita-cita yang lebih tinggi.
“Iya pekerjaan saat ini merupakan proses untuk mencapai cita-cita saya,” katanya. ***