Kendal – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal kembali menunjukkan komitmennya dalam berinovasi melalui program pembinaan kemandirian. Kali ini, lapas tersebut memulai budidaya tanaman obat dengan menanam 1.000 batang sereh hijau di lahan seluas sekitar 500 meter persegi yang berada di depan area groundtank.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB itu melibatkan petugas, warga binaan, serta peserta magang. Seluruh rangkaian penanaman berlangsung terkoordinasi dan penuh semangat kebersamaan.
Penanaman dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik & Giatja), Iwan Kusmawan. Proses diawali dengan pengolahan lahan, kemudian dilanjutkan dengan penarikan garis tanam menggunakan pola 1 x 1 meter. Pola ini diterapkan agar setiap rumpun sereh memiliki ruang tumbuh yang optimal tanpa berebut unsur hara. Setelah itu, sebanyak 1.000 bibit sereh hijau ditanam mengikuti pola yang telah ditentukan.
Sereh hijau atau serai dapur (Cymbopogon citratus) dikenal sebagai tanaman rempah sekaligus tanaman obat yang mudah dibudidayakan. Selain menjadi bahan utama dalam berbagai masakan, tanaman ini juga memiliki manfaat kesehatan, seperti membantu meredakan peradangan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta dimanfaatkan sebagai bahan herbal alami.
Iwan Kusmawan menjelaskan, sereh hijau memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan bagi warga binaan. “Dengan perawatan yang relatif sederhana, sereh hijau sudah dapat dipanen dalam kurun waktu sekitar empat hingga enam bulan setelah tanam, dan selanjutnya bisa dipanen secara berkala. Potensi inilah yang kami lihat sebagai peluang usaha yang realistis bagi warga binaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan program pembinaan berbasis kemandirian yang terus dikembangkan di dalam lapas.
“Kami ingin memastikan setiap program pembinaan memiliki nilai guna. Sereh ini sederhana, tetapi pasarnya jelas dan berkelanjutan. Dari sini warga binaan belajar bahwa mereka mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi Lapas Terbuka Kendal dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka ruang produktivitas bagi warga binaan.
Selama proses penanaman berlangsung, suasana kebersamaan terlihat kuat. Petugas dan warga binaan bekerja berdampingan tanpa sekat, saling membantu, dan menyelesaikan setiap tahapan kegiatan secara bersama-sama. (Sal)




