Minggu, 23 Januari 2022
spot_img
BerandaBerita11 Tahun Bui, Hakim Pengadilan Tipikor Vonis Suap Bekas Penyidik KPK

11 Tahun Bui, Hakim Pengadilan Tipikor Vonis Suap Bekas Penyidik KPK

Jakarta-Hakim Ketua Pengadilan Tipikor, Djuyamto, tegas menuntut hukuman AKP Stepanus Robin Pattuju. Hakim vonis suap bekas penyidik KPK itu 11 tahun bui atau penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. 

Djuyamto menegaskan, bahwa AKP Stepanus Robin Pattuju terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

“Terdakwa menerima suap dari sejumlah orang yang totalnya Rp 11,538 miliar berkaitan dengan penanganan perkara di KPK,” ucapnya tegas di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2022).

Hakim Ketua Pengadilan Tipikor turut memvonis Maskur Husain. Pengacara sekaligus rekan dari Stepanus Robin. Maskur menerima vonis 9 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Robin Pattuju dan Maskur Husain bersalah melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Robin 12 tahun penjara. Sedangkan  tuntutan bagi Maskur Husain 10 tahun penjara.

Hakim Ungkap Nama Pemberi Suap 

Dalam persidangan, hakim juga membeberkan nama-nama pemberi suap kepada Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain. Keduanya, total menerima uang sebanyak Rp 11,538 miliar.

“Robin Pattuju dan Maskur Husain telah menerima Rp 11.025.077.000 dan USD 36 ribu dari sejumlah pihak. Beberapa perkara Tipikor sedang proses hukum KPK,” ungkap hakim anggota, Jaini Bashir, di Pengadilan Tipikor.

Lalu uang senilai Rp 1,6 miliar perkara M Syahrial, Hakim mengungkapkan, uang senilai Rp 1,6 miliar itu Robin mendapat Rp 497 juta dan Maskur menerima Rp 1,25 miliar.

“Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial memberikan uang sejumlah Rp 1,695 miliar dengan mengirim uang sebanyak sembilan kali. Robin dan Maskur membagi uang tersebut,” ujar hakim.

Sedangkan uang Azis Syamsuddin, hakim menjelaskan terkait pengurusan kasus melibatkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado di KPK. Hakim menuturkan penyerahan uang berlangsung berkali-kali.

“Bahwa Terdakwa telah menerima dari Azis Syamsuddin sejumlah Rp 3.099.887.000 dan USD 36.000,” ungkap hakim lagi terkait vonis suap bekas penyidik KPK tersebut.

Selain itu, Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain juga menerima uang dari Bekas Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp 507.390.000, Usman Effendi sejumlah Rp 525.000.000, dan Mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sebesar Rp 5.197.800.000.

Hakim Tolak Permohonan Justice Collaborator

Dalam sidang tuntutan, permohonan justice collaborator oleh AKP Robin tak hakim Pengadilan Tipikor gubris. Pasalnya, menurut hakim, JC Robin mengungkapkan peran Lili Pintauli Siregar tidak terkait perkara uang Robin terima.

“Permohonan justice collaborator, Terdakwa akan mengungkap peran komisioner KPK Lili Pintauli Siregar dan pengacara Arief Aceh. Majelis hakim berpendapat, apa yang diungkapkan Terdakwa tidak ada relevansinya dengan perkara a quo,” ujar hakim Jaini Bashir.

“Terdakwa adalah pelaku utama. Majelis hakim berpendapat permohonan justice collaborator Terdakwa ditolak,” ucap hakim tegas dalam persidangan. 

Sementara itu, KPK mengapresiasi putusan hakim menuntut  11 tahun penjara atas perkara korupsi Stepanus Robin Pattuju. 

“KPK mengapresiasi Majelis Hakim yang telah memutus perkara ini secara independen sesuai tugas dan kewenangannya,” ujar Plt Juru bicara KPK, Ali Fikri. (Bram)

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU