Free Porn
xbporn
Minggu, 31 Agustus 2025
spot_img
spot_img
BerandaBeritaBayi Berusia 8 Bulan Meninggal di Medan, Diduga Hepatitis Akut

Bayi Berusia 8 Bulan Meninggal di Medan, Diduga Hepatitis Akut

Medan-Seorang bayi 8 bulan diduga hepatitis akut meninggal dunia di RSUP H. Adam Malik (HAM), Medan, Sabtu (14/5/2022). Bayi itu meningggal setelah mendapat perawatan selama satu minggu.

Ketua Tim Dokter Penanganan Hepatitis Akut RSUP Adam Malik dr. Ade Rachmat Yudiayanto membenarkan, meninggalnya bayi itu. “Benar, sudah meninggal dunia pada Sabtu (14/5/2022), jam 20.40,” kata Ade kepada wartawan, Selasa (17/5/2022).

Ade mengatakan, bayi tersebut dibawa ke RSUP Adam Malik pada Sabtu (7/5/2022). Selama dirawat, stabilisasi tubuhnya sempat membaik. Namun pada Sabtu (14/5/2022) tiba-tiba kondisi fisiknya menurun.

“Sabtu pagi kesannya masih stabil. Tapi ternyata kira-kira jam 17.00 sore, itu mulai mengalami gangguan sirkulasi, di mana detak jantungnya sudah mulai cepat,”ujar Adem

“Kemudian di jam 19.20 keadaan jantung mulai lambat, walaupun direspon. Sampai sejam, ternyata stabilisasinya gagal, akhirnya pasien dinyatakan meninggal,” pungkas Ade.

Dari diagnosa akhir, lanjutnya, pasien meninggal karena gagal nafas. Lantaran ada permasalahan di radang parunya, sirkulasi jantung dan kompilkasi di organ tubuh lainnya. “Ditambah lagi ada infeksi bakteri berat disebabkan infeksi bakteri, ditambah gagal jantung,” ujarnya.

Soal dugaan hepatitis akut menyerang balita tersebut, Ade berharap hal ini tidak terjadi. Pihaknya telah mengambil sampel darah pasien saat proses perawatan.

“Ada pemeriksaan namanya kultur darah yang diambil tanggal 9 Mei kemudian tanggal 13 Mei keluar (hasilnya) dan hasilnya ditemukan kuman atau bakteri yang dianggap penyebabnya keadaan pasien ini (diduga bukan hepatitis),” imbuh Ade.

Terhadap penemunan ini pihaknya telah melaporkan ke Pemprov Sumut dan Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI). Kata pihak PP IDAI nantinya akan mengumumkan apakah pasien terkena karena hepatitis atau bukan.

“Semoga kasus ini mudah-mudahan jauh dari hepatitis akut,” imbuh Ade.

Ade mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya indikasi hepatitis akut di Sumut.

“Dengan adanya kasus yang terakhir sudah kita temukan, problem utama masalahnya infeksi bakteri maka sejauh ini kita nggak berharap ke depannya infeksi yang lain. Jadi (dari laporan) belum ada hepatitis yang tidak diketahui penyebabnya di Sumut,” terangnya.

Kasus balita meninggal diduga hepatitis ini merupakan kali kedua terjadi di Kota Medan. Sebelumnya pada akhir April 2022 balita 2 tahun meninggal dengan gejala mirip hepatitis di Rumah Sakit Elisabeth Medan.

Bayi itu mengalami gejala mual, muntah, diare, demam dan mata kuning.

“Yang dari Elisabeth sudah meninggal sebelum diperiksa darah, tinja, urine, dan swab adeno virusnya. Meninggalnya sudah 10 hari yang lewat, cuma itu dari komunikasi dokter anaknya, itu pun dari komunikasi,” kata Kadis Ksehatan Sumut, Ismail kepada wartawan, Selasa (10/5/2022). (Sal)

spot_img
- Advertisment -spot_img

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU